Bitcoin berhasil menembus $90.000, namun pemulihan ini terasa lemah. Data on-chain menunjukkan kurangnya minat beli yang solid, sementara sentimen pasar masih di zona ‘Extreme Fear’.
Harga Bitcoin mengalami hari terbaiknya dalam lebih dari enam minggu, naik lebih dari 3% dan pulih 14% dari titik terendahnya. Sementara itu, altcoin seperti Kaspa, yang dijuluki ‘Bitcoin 2.0’, mencatat kenaikan signifikan hingga 17%.
Seorang analis bernama Titan of Crypto membagikan empat grafik kunci untuk Bitcoin. Dengan bias bearish 80%, ia menyoroti level-level support krusial yang akan menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.
Investor kripto Didi Taihuttu berbagi analisisnya mengenai harga Bitcoin yang menembus di atas $90.000. Ia membahas level resistensi kunci, berita adopsi di Texas dan Prancis, serta skenario kenaikan dan penurunan harga selanjutnya.
Seorang analis menyatakan bahwa peluang bullrun bitcoin saat ini sangat kecil karena ekonomi global sedang mendingin. Hal ini didasari oleh data M2 velocity yang menunjukkan stagnasi dan tidak ada tanda-tanda akan meningkat tajam dalam waktu dekat.
Harga Bitcoin kembali menguat setelah periode penurunan. Seorang analis menyebutkan level harga tertentu sebagai zona akumulasi yang potensial, di mana investor jangka pendek mulai merugi, yang secara historis menjadi sinyal beli yang baik.
Harga bitcoin menunjukkan pemulihan, namun data menunjukkan penurunan drastis dalam open interest, menandakan pasar yang masih rapuh dan adanya pembersihan posisi berisiko secara besar-besaran.
Ekonom makro ternama Lyn Alden menyatakan bahwa kemungkinan crash besar Bitcoin kecil karena pasar tidak menunjukkan euforia seperti siklus sebelumnya. Ia tetap optimis untuk jangka menengah, meskipun ada prediksi penurunan tajam.
Ekonom Peter Schiff memperingatkan bahwa tekanan jual Bitcoin akan meningkat karena pemegang lama menjual aset mereka ke investor baru yang dianggap ’tangan lemah’, yang berpotensi memicu penjualan lebih besar di masa depan.