
Foto: rblfmr / Shutterstock.com
Ripple berhasil menggalang dana sebesar 430 juta euro bulan lalu dari beberapa nama terbesar di dunia keuangan, melaporkan Bloomberg. Pendanaan ini dilakukan dengan valuasi sekitar 34 miliar euro. Dengan demikian, Ripple tetap menjadi salah satu perusahaan kripto swasta termahal yang pernah ada. Namun, kesepakatan ini berlangsung tidak semulus yang mungkin disiratkan oleh angka-angka yang mengesankan tersebut. Investor baru hanya masuk setelah mereka berhasil menegosiasikan lapisan perlindungan yang ketat.
Minat Institusi Besar terhadap XRP #
Putaran pendanaan ini diikuti oleh Citadel Securities, Fortress Investment Group, Marshall Wace, Galaxy Digital, dan Pantera Capital. Namun, bagi beberapa pihak, investasi ini terasa lebih seperti taruhan tidak langsung pada XRP daripada kepemilikan saham di Ripple itu sendiri. Alasan mereka: sebagian besar nilai Ripple terkait langsung dengan jumlah XRP yang dimiliki perusahaan tersebut.
Menurut estimasi internal, setidaknya 90 persen nilai Ripple dapat ditelusuri kembali ke XRP. Pada bulan Juli, Ripple memiliki lebih dari 106 miliar euro dalam bentuk XRP di bendaharanya. Sebagian besar dari aset ini terkunci dalam apa yang disebut lockup: koin yang tidak langsung beredar di pasar, tetapi dilepaskan secara bertahap sesuai jadwal tetap.
Dengan demikian, nilai Ripple menjadi sangat bergantung pada satu koin, dan koin tersebut justru mengalami penurunan harga yang cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Juli, XRP telah turun lebih dari 40 persen. Pergerakan semacam ini dianggap terlalu berisikan oleh para pemain keuangan besar untuk diinvestasikan tanpa jaminan. Oleh karena itu, mereka mengajukan syarat yang biasanya tidak ditemukan dalam kesepakatan dengan perusahaan teknologi yang berkembang pesat.
Misalnya, mereka mendapatkan hak untuk menjual kembali saham mereka kepada Ripple setelah tiga hingga empat tahun, dengan keuntungan terjamin sebesar 10 persen per tahun. Jika Ripple yang memaksa melakukan pembelian kembali, angka tersebut bisa mencapai 25 persen per tahun.
Selain itu, investor mendapatkan liquidation preference. Ini berarti mereka memiliki prioritas atas pemegang saham lama jika perusahaan tersebut nantinya dijual atau bangkrut. Jenis kesepakatan seperti ini sering digunakan dalam transaksi yang memiliki risiko lebih tinggi.
Sementara XRP Turun, Pasar ETF Justru Tumbuh #
Meskipun Ripple saat ini masih sangat bergantung pada XRP, mereka berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada koin tersebut. Tahun lalu, perusahaan ini mengakuisisi beberapa perusahaan, termasuk prime broker Hidden Road (1 miliar euro) dan GTreasury (860 juta euro). Melalui langkah ini, Ripple bertujuan untuk memainkan peran yang lebih luas di pasar keuangan.
Namun, dalam jangka pendek, XRP tetap memegang peran utama, tidak hanya bagi Ripple tetapi juga bagi investor. Spot XRP ETF di Amerika mencatatkan arus masuk mendekati 1 miliar dolar (860 juta euro) setelah beberapa minggu pembelian bersih.