Skip to main content
Featured image for Rencana dari Brussel: Satu Pengawas Super Eropa Akan Mengawasi Kripto
  1. Posts/

Rencana dari Brussel: Satu Pengawas Super Eropa Akan Mengawasi Kripto

Foto: Aleksandr Khmeliov (Shutterstock)

Komisi Eropa menilai bahwa pasar keuangan di dalam Uni Eropa (UE) terlalu terpecah-pecah. Oleh karena itu, Brussel pada hari Kamis mempresentasikan sebuah rencana yang akan membuat pengawasan lebih terpusat dan memberikan lebih banyak ruang bagi perusahaan untuk beroperasi lintas batas.

Komisi ingin memberikan otoritas pengawas European Securities and Markets Authority (ESMA) kekuatan yang jauh lebih besar atas perusahaan kripto dan platform perdagangan. Dengan demikian, ESMA akan memiliki peran yang sebanding dengan Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat.

Satu Otoritas Pengawas Eropa
#

Saat ini, penyedia layanan aset kripto (CASP) berada di bawah aturan Markets in Crypto-Assets (MiCA). Izin saat ini dikeluarkan oleh otoritas pengawas nasional. Hal ini menyebabkan perbedaan besar dalam tingkat ketat pengawasan di setiap negara. Dengan proposal baru, ESMA akan mendapatkan wewenang langsung untuk mengotorisasi perusahaan kripto yang ingin beroperasi di seluruh UE.

Terutama perusahaan kripto yang akan merasakan dampak dari perubahan ini. Jika aktivitas mereka terutama terdiri dari aset kripto, mereka akan berada sepenuhnya di bawah pengawasan ESMA. Perusahaan dengan portofolio layanan keuangan yang lebih luas, seperti bank, akan tetap sebagian berada di bawah pengawasan nasional.

Selain itu, ESMA akan mendapatkan tanggung jawab tambahan atas platform perdagangan dan infrastruktur pasar penting. Komisi Eropa mengusulkan label baru: Pan-European Market Operator. Ini bertujuan untuk memberikan satu izin yang seragam bagi perusahaan yang beroperasi di beberapa negara.

Fragmentasi Aturan
#

Menurut Komisi, fragmentasi aturan merupakan hambatan besar bagi pertumbuhan dan inovasi. Perusahaan-perusahaan Eropa karena itu lebih sering memindahkan operasinya ke A.S., di mana pasar diatur secara lebih terpusat. Ada juga kekhawatiran mengenai perbedaan pendekatan. Misalnya, gubernur bank sentral Prancis sebelumnya telah memperingatkan bahwa sistem saat ini menciptakan area abu-abu dalam hukum, yang memungkinkan perusahaan untuk menghindari pengawasan.

Presiden ECB, Christine Lagarde, mendukung reformasi ini. Lagarde dalam beberapa tahun terakhir telah kritis terhadap bitcoin. Sebagai contoh, pada Januari lalu ia menyatakan bahwa tidak akan ada bitcoin di neraca bank sentral. Menurutnya, pengawasan pusat yang lebih kuat diperlukan untuk mengatur perusahaan kripto internasional besar secara lebih baik. Lagarde sudah mendukung adanya varian Eropa dari SEC sejak tahun 2023.

Meskipun Prancis dan Jerman bersikap positif, negara seperti Luksemburg dan Malta khawatir bahwa otoritas pengawas pusat justru akan menciptakan birokrasi tambahan. Menurut mereka, hal ini bisa melemahkan daya saing Eropa.