Pasar kripto tampak tenang, namun data baru menunjukkan bahwa Eropa menjadi pendorong utama crash kripto terkini, dengan tekanan jual dari holder jangka panjang juga ikut andil.
Lembaga riset K33 Research menyatakan bahwa koreksi harga Bitcoin baru-baru ini kemungkinan besar adalah sinyal pembentukan dasar. Mereka memprediksi Desember bisa menjadi titik balik untuk memulai pemulihan harga, didorong oleh sinyal jangka pendek yang positif dan sentimen pasar yang terlalu takut.
Menjelang keputusan suku bunga dari The Fed, para investor besar (whales) secara aktif mengakumulasi Ethereum dan beberapa altcoins seperti Aster, Pippin, dan Chainlink, mengantisipasi potensi pergerakan harga yang signifikan.
Pemain besar atau ‘whales’ Bitcoin secara agresif melakukan akumulasi saat harga turun, meskipun para trader merugi miliaran dolar. Tindakan ini menandakan potensi harga telah mencapai titik terendah.
Rencana keamanan nasional terbaru dari pemerintahan Trump yang menekankan pada peningkatan anggaran pertahanan berpotensi meningkatkan utang global dan imbal hasil obligasi, yang menciptakan risiko bagi pasar kripto.
Harga Terra (LUNA) dan Terra Luna Classic (LUNC) melonjak lebih dari 100% dalam seminggu, menarik minat besar dari investor Belanda. Kenaikan ini dipicu oleh antisipasi upgrade jaringan dan berkurangnya jumlah koin yang beredar.
Profitabilitas pemegang Bitcoin jangka panjang mencapai titik terendah, menandakan pergeseran pasar. Meski begitu, mereka tetap hold, sementara tekanan jual mereda dan potensi bull market baru muncul.
Pasar kripto mengalami kenaikan tajam didorong oleh short squeeze dan sinyal dari Gedung Putih yang membuka peluang penurunan suku bunga, dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai penerima manfaat utama.
Harga Bitcoin mengalami koreksi tajam sebesar 36% karena tekanan jual dari holder jangka panjang. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan telah mereda dan titik terendah kemungkinan besar telah tercapai, membuka jalan untuk pemulihan.
Xen Baynham-Herd berbagi pandangannya bahwa sistem keuangan global sudah tidak berfungsi lagi. Ia menjelaskan bagaimana blockchain menjadi fondasi untuk membangun kembali ekonomi global yang lebih terbuka, adil, dan terdesentralisasi.