Harga bitcoin melonjak secara tiba-tiba pada hari Selasa selama jam perdagangan Amerika, dari $91.000 menjadi $94.000 dalam waktu singkat. Pada pandangan pertama, tidak ada yang aneh dengan gerakan ini; pasar kripto memang dikenal volatil. Namun, kenaikan mendadak ini langsung memicu spekulasi. Menurut beberapa analis, tidak ada berita atau pemicu ekonomi yang jelas yang bisa menjelaskan lonjakan harga ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah ini adalah bentuk manipulasi?

Foto: Yalcin Sonat (Shutterstock)
Analis Menuding Adanya Manipulasi #
Di media sosial, khususnya X, beberapa trader kripto menyatakan keheranan mereka. Trader Vivek Sen membagikan grafik harga bitcoin dan mempertanyakan mengapa harga tiba-tiba meroket tanpa alasan yang jelas. “Tidak ada berita penting, tidak ada pengumuman, mengapa bitcoin tiba-tiba naik?” tulisnya.
DeFi researcher TRACER melangkah lebih jauh dan menunjuk langsung kepada market maker Wintermute. Menurutnya, perusahaan tersebut membeli bitcoin senilai $68 juta dalam satu jam dengan tujuan melikuidasi posisi short. “Manipulasi murni,” katanya.
Analis Wimar.X juga mengklaim memiliki bukti adanya aksi terkoordinasi dari para pemain besar. Ia menyebutkan antara lain Wintermute, Coinbase, Bitmex, Binance, dan Bitfinex sebagai pembeli besar dan membagikan statistik tentang arus masuk bitcoin yang sangat besar di platform-platform tersebut.
Komentator lain menyebutnya sebagai ‘pump’ klasik. Trader NoLimit menggambarkan kenaikan ini sama sekali tidak organik: order book yang tipis membuat harga relatif murah untuk digerakkan, setelah itu para pemain besar mendorong harga ke atas dengan pembelian masal. Ini kemudian menciptakan FOMO (fear of missing out) di kalangan investor kecil yang takut ketinggalan kereta.
Setelah itu, para pemain besar akan menjual kembali koin mereka dengan harga mahal. Menurut NoLimit, pola ini telah terlihat beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, dengan kenaikan tajam yang hampir selalu diikuti oleh penurunan yang sama tajamnya.
Perburuan Likuiditas #
Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah apa yang disebut ’liquidity hunt’. Dalam strategi ini, para pemain besar mencoba melikuidasi baik posisi long maupun short dengan sengaja menggerakkan harga naik dan turun. Karena trader menggunakan leverage, posisi mereka bisa ditutup meskipun hanya ada pergerakan harga yang relatif kecil. Dengan bermain cerdas di level-level ini, para manipulator bisa mendapatkan keuntungan dengan merugikan trader lain.
Namun, tidak semua sepakat dengan pandangan ini. Analis on-chain Darkfost menunjukkan bahwa data ketenagakerjaan AS yang positif justru memberikan dorongan bagi bitcoin. Prospek penurunan suku bunga juga membuat investor lebih optimis. Menurutnya, kenaikan harga ini dapat dijelaskan dengan baik dari perspektif makroekonomi dan tidak perlu ada manipulasi.
Baik itu aksi yang terkoordinasi atau sekadar dinamika pasar: kenaikan ini terutama menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap para pemain besar maupun sinyal ekonomi eksternal.