
Meskipun pasar tenaga kerja Amerika secara umum masih menunjukkan performa yang cukup baik, indikator-indikator di bawahnya justru menunjukkan pelemahan yang membuat Bank Sentral AS cemas. Data JOLTS terbaru menunjukkan ada 7,67 juta lowongan yang terbuka, namun di saat yang sama, jumlah karyawan yang dipekerjakan dan tingkat quits (persentase karyawan yang keluar secara sukarela) justru menurun.
Hal terakhir ini penting: orang-orang enggan mengambil risiko ketika pasar tenaga kerja menjadi tidak pasti, dan perusahaan-perusahaan pun lebih enggan merekrut karyawan baru. Ini mengindikasikan sebuah ekonomi yang menjadi lebih tenang, namun semakin rapuh di tepiannya.
FED MAY CUT RATES AND BOOST BILL PURCHASES
The Fed is expected to cut rates to 3.50%-3.75% Wednesday. Bank of America predicts an extra move: ~$45B in monthly short-term Treasury bill purchases to maintain bank reserves and prevent liquidity issues. Combined with MBS…
— Walter Bloomberg (@DeItaone) December 9, 2025
Sistem Keuangan Semakin Sensitif terhadap Suku Bunga #
Bank Sentral AS melihat lebih jauh dari sekadar inflasi. Dalam sistem saat ini, sebagian besar utang secara teratur diperbarui. Ini biasanya adalah utang jangka pendek yang sensitif terhadap suku bunga dan rentan ketika suku bunga tetap tinggi dalam jangka panjang. Suku bunga kebijakan yang tinggi tidak hanya mempengaruhi hipotek, tetapi juga:
• beban bunga pemerintah • refinansiasi di properti komersial • neraca perusahaan yang lemah • kemauan kredit bank
Penurunan suku bunga dalam hal ini bukan hanya sinyal bahwa inflasi terkendali, tetapi juga upaya untuk mencegah ‘dinding refinansiering’ berubah menjadi guncangan kredit.
Mengapa Bank Sentral AS Membeli T-Bills (Tanpa Menyebutnya QE) #
Sekarang Quantitative Tightening (QT), atau pengurangan neraca, telah berakhir, Bank Sentral AS beralih ke reinvestasi dalam Treasury, terutama surat utang pemerintah AS jangka pendek. Ini bukanlah putaran baru stimulus ekonomi, melainkan upaya untuk menjaga cadangan bank tetap tinggi agar pasar uang tidak tertekan oleh emisi obligasi yang sangat besar dari Departemen Keuangan.
Bank sentral menyebut ini “plumbing”: menjaga agar pipa-pipa keuangan tetap stabil, bukan untuk mendorong ekonomi.
Apa Artinya bagi Pasar #
Menurut para analis, semua ini menunjukkan adanya jalur penurunan suku bunga yang bertujuan untuk membeli waktu, bukan untuk memulai fase pertumbuhan baru. Pada prinsipnya, ini bukanlah perkembangan yang akan mendorong harga bitcoin ke puncak baru, namun tetap akan memberikan kontribusi positif.
Dengan kebijakan baru ini, Bank Sentral AS memang menciptakan stabilitas. Setidaknya, itu adalah tujuannya. Dan stabilitas pada akhirnya diperlukan agar bitcoin dan aset finansial lainnya dapat berkinerja baik. Dari segi ini, ini adalah langkah yang tepat, tetapi dengan sendirinya perkembangan ini belum cukup untuk memulai bull market baru.